Header Ads

Turki Bangun Tembok di Sepanjang Perbatasan Suriah

Ini gawe terbaru Turki. Negara beribukota Ankara ini telah menyelesaikan pembangunan tembok beton sepanjang 764 kilometer. Di sepanjang perbatasannya dengan Suriah.

Dikatakan oleh seorang pejabat Turki. Pejabat itu dengan syarat anonimitas, Minggu (10/6), mengatakan TOKI, pengembang perumahan yang didukung negara, membangun 564 km dari dinding tersebut. Sementara pemerintah provinsi perbatasan membangun 200 km.

Pada tahun 2015, proyek konstruksi itu telah diluncurkan Turki untuk membangun tembok sepanjang 826 km di perbatasan Suriah. Proyek ini sebagai bagian dari langkah Turki untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan memerangi penyelundupan dan penyeberangan perbatasan ilegal.

Turki berbagi perbatasan sepanjang 911 km dengan Suriah, yang telah terlibat dalam perang sipil sejak 2011. Dinding itu tertutup di sepanjang provinsi perbatasan Turki di Sanliurfa, Gaziantep, Kilis, Hatay, Mardin, dan Sirnak.

Pejabat itu juga menambahkan pembangunan dari dinding sepanjang 144km oleh pengembang perumahan negara di perbatasan Iran sudah hampir selesai.

Proyek dinding perbatasan ini menggabungkan lapisan bangunan fisik, elektronik, dan teknologi canggih. Lapisan fisik termasuk dinding beton modular, rute patroli, menara berawak dan tanpa awak serta trek penumpang.

Dinding modular sedang dibangun di sepanjang perbatasan Turki-Suriah dengan blok ponsel tujuh ton, lebar dua meter dan tinggi tiga meter. Blok-blok itu juga telah ditutup dengan kawat berduri setinggi satu meter.

Lapisan elektronik terdiri dari sistem pengawasan jarak dekat, kamera termal, radar pengawas lahan, sistem senjata yang dikendalikan dari jarak jauh, pusat komando dan kontrol, sistem pencitraan line-length dan sensor seismik dan akustik.

Lapisan teknologi canggih dari proyek ini mencakup sistem pengawasan yang luas, laser pendeteksi berserat optik yang merusak, radar pengawasan untuk pendeteksian drone, jammers dan sistem pencahayaan jarak pendek yang dipicu sensor.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.