Header Ads

Myanmar Bersedia Pulangkan Semua Pengungsi Rohingya

Thaung Tun, Penasihat Keamanan Nasional Myanmar, mengatakan pihaknya bersedia untuk memulangkan semua 700 ribu pengungsi Muslim Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh. Jika mereka secara sukarela kembali.

Menurut Thaung Tun, hal itu dalam Dialog Shangri-La, sebuah konferensi keamanan regional di Singapura. Ia ditanya, apakah situasi di negara bagian Rakhine, Myanmar, tempat sebagian besar Rohingya tinggal dapat memicu penggunaan kerangka Tanggung Jawab untuk Melindungi Perserikatan Bangsa-Bangsa?

Kerangka kerja yang disebut R2P itu diadopsi pada KTT PBB 2005 di mana negara-negara sepakat untuk melindungi populasi mereka sendiri dari genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan serta menerima tanggung jawab bersama untuk mendorong dan membantu satu sama lain menjunjung komitmen ini.

"Jika Anda dapat mengirim kembali 700.000 secara sukarela, kami bersedia menerimanya," kata Thaung Tun.

"Bisakah ini disebut pembersihan etnis? Tidak ada perang yang sedang berlangsung, jadi itu bukan kejahatan perang. Kejahatan terhadap kemanusiaan, itu bisa menjadi pertimbangan, tetapi kita membutuhkan bukti yang jelas. Tuduhan serius ini harus dibuktikan dan mereka tidak boleh dibicarakan secara ringan," tuturnya, Minggu (3/6).

Menurut Thaung Tun, narasi tentang apa yang terjadi di Rakhine tidak lengkap dan menyesatkan.

"Myanmar tidak menyangkal bahwa apa yang terjadi di Rakhine utara adalah krisis kemanusiaan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa komunitas Muslim di Rakhine telah menderita. Buddha Rakhine, Hindu dan etnis minoritas lainnya telah menderita tidak kurang," jelasnya.

Sejak Agustus 2017, sekitar 700 ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri dari penumpasan militer di Myanmar yang sebagian besar beragama Buddha. Banyak laporan pembunuhan, perkosaan dan pembakaran dalam skala besar, kata PBB dan organisasi bantuan lainnya.

PBB dan badan-badan bantuan telah menggambarkan penindasan terhadap Rohingya sebagai "contoh baku tentang pembersihan etnis", sebuah tuduhan yang ditolak oleh Myanmar.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.