Header Ads

Loew Marah Kesal Kalah dari Austria

Pelatih Jerman, Joachim Loew, marah. Karena pasukannya kalah 1-2 dari Austria dalam pertandingan persahabatan di Woertherseestadion, Klagenfurt, Sabtu (2/6). 

Hal ini sekaligus menandakan jawara Piala Dunia 2014 itu tak pernah menang dalam lima uji coba beruntun. Tim Panser belum menemukan kembali performa terbaiknya pasca menang 5-1 atas Azerbaijan pada laga pamungkas kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup C Zona Eropa, 8 Oktober 2017.

Der Panzer setelah itu bermain imbang 0-0 melawan Inggris, Prancis (2-2), Spanyol (1-1), dikalahkan Brasil 0-1, dan dipermalukan Austria 1-2.

Di menit 11, Jerman lebih dulu unggul melalui Mesut Oezil. Namun, Austria yang ditangani pelatih asal Jerman, Franco Foda, mencetak dua gol di babak kedua lewat Martin Hinteregger di menit 53 dan Alessandro Schoepf menit 69.

Ini menjadi kekalahan pertama Jerman dari Austria selama 32 tahun saat gol Rudi Voeller menjadi penghibur dari kekalahan 1-4 di Vienna, Oktober 1986. Meski Loew senang dengan kembalinya kiper Manuel Neuer yang sempat absen 259 hari akibat cedera patah tulang kaki. Ia sama sekali tidak senang dengan upaya keseluruhan timnya.

"Tentu saja, kekalahan itu membuat saya marah. Kami kehilangan terlalu banyak bola yang biasanya tidak terjadi pada tim kami. Banyak hal buruk terjadi," kata Loew.

"Saya belajar beberapa hal penting dari pertandingan. Kami memiliki banyak hal untuk ditingkatkan dalam 14 hari ke depan," lanutnya.

Menurut Loew, apa yang ia lihat di babak kedua sangat positif.  Namun, pihaknya tidak bisa bermain seperti yang dilakukan di babak pertama.

Di Piala Dunia 2018 Rusia, Jerman tergabung di Grup F bersama Meksiko, Korea Selatan, dan Swedia. Laga pembuka Jerman melawan Meksiko di Stadion Luzhniki, 17 Juni nanti.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.