Header Ads

Di Tengah Perayaan Gencatan Senjata Afghanistan Terjadi Bom Diri

Di Afghanistan timur terjadi aksi bom bunuh diri di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 orang tewas dan melukai 41 lainnya di mana sebagian besar korban diyakini adalah anggota Taliban.

Ghulam Sanayee Stanikzai, Kepala Polisi Provinsi Nangarhar, mengatakan ledakan dahsyat itu terjadi karena insiden tersebut tidak terpikirkan sebelumnya. Pasalnya, para pejuang Taliban yang tidak bersenjata merayakan Idul Fitri bersama pasukan keamanan Afghanistan.

Di kota-kota di seluruh negara yang dilanda perang itu mereka berkumpul pada Jumat (15/6) dan Sabtu (16/6). Dalam beberapa jam setelah ledakan, Presiden Ashraf Ghani mengumumkan ia akan memperpanjang gencatan senjata sembilan hari yang akan berakhir pada Minggu (17/6) dan telah diumumkan secara sepihak minggu lalu. Gencatan senjata akan berakhir pada akhir liburan Idul Fitri.

Ghani tidak memberikan rincian tentang perpanjangan, gencatan senjata termasuk berapa lama akan berlaku. Dalam pernyataannya, ia meminta Taliban untuk menyikapinya. Ia juag mengatakan bahwa gencatan senjata bisa disertai dengan kunjungan ke penjara dan merawat para pejuang mereka di rumah sakit Afghanistan.

Ghani juga mengulangi janjinya bahwa semuanya bisa berada di meja perundingan, termasuk kehadiran pasukan asing.

Tidak ada balasan langsung dari Taliban terhadap tawaran perpanjangan terbaru Ghani. Sebelumnya Pemimpin Taliban, Haibatullah Akhunzada, pada hari Senin secara terpisah mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari untuk menandai hari libur Idul Fitri. Gencatan senjata Taliban mulai berlaku pada tengah malam pada hari Kamis.

Sementara belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di distrik Rodat provinsi Nangarhar timur, afiliasi ISIS, yang tidak menandatangani gencatan senjata, memiliki kehadiran yang kuat di daerah itu. Sebelumnya, pejuang ISIS telah bentrok dengan Taliban, yang telah menolak tuntutan mereka untuk kekhalifahan.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.