Header Ads

APAD Digandeng Kemenpora Untuk Kegiatan di Berbagai Bidang


Sudah 2 bulan Asosiasi Pengusaha Artis dan Designer (APAD) memproklamirkan diri sebagai wadah atau organisasi profesi. APAD pun digandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mendukung sejumlah kegiatan di instansi pemerintah itu.

APAD pun siap berkiprah dengan segera melakukan roadshow atau action ke sejumlah daerah. Demikian diungkapkan Ketua Umum APAD, Maya Angkasa, di Jakarta, Kamis (28/6).

Terealisasi 'ikatan kerja' itu setelah jajaran pimpinan dan pendiri mengadakan pertemuan dengan Asdep Pengelolaan Olahraga Kreasi, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga RI Kemenpora, Agus Raharjo. Agus juga duduk sebagai Dewan Pembina APAD.

"Tentu saja, kami harus merespon positif karena keberadaan APAD mendapat apresiasi dari Pemerintah cq Kemenpora. Apalagi, kami diminta untuk mendukung sejumlah program Pemerintah ke daerah-daerah," tegas Maya Angkasa yang juga dikenal sebagai aktris dan designer (perancang busana).

Menurut Maya Angkasa, APAD memang beranggotakan artis yang terlibat dalam berbagai bidang seni seperti penyanyi profesional senior-yunior, MC (Master Of Ceremony), aktris sinetron-film serta designer. Jadi, dipastikan siap mensupport lewat kontribusi sesuai yang dibutuhkan kantor Kemenpora.

Sekretariat APAD kini di Gelanggang Remaja (GR) Jalan Karya Utama 6 No.1 Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Rasanya tak sulit bagi kami untuk bersinergi. Apalagi, visi dan missi APAD dalam eksistensinya di masyarakat justru ingin membantu program-program Pemerintah," tegas Maya Angkasa, yang didampingi Marion JM sebagai salah satu pendiri APAD dan artis Wulandari.

"Program jangka pendek dan berkesinambungan, APAD bakal dilibatkan dalam acara Senam Poco-Poco. Bahkan, kami diikutsertakan untuk ke daerah-daerah di seluruh Indonesia," jelas Maya Angkasa. (wid)

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.