Header Ads

Pria Lansia Amerika Diterkam Singa Afsel

Pria lanjut usia (lansia) asal Amerika Serikat (AS) diterkam seekor singa di sebuah taman perlindungan satwa di Limpopo, Afrika Selatan. Kejadian ini sesaat setelah pria itu sengaja memasuki kandang singa.

Rekaman video yang diambil dari lokasi kejadian menunjukkan singa itu awalnya dibawa keluar dari pintu masuk kandang oleh pekerja taman. Namun, lelaki lansia ini tiba-tiba membuka pintu dan masuk ke kandang.

Usai melihat ke sekeliling dan menendang sedikit kotoran lelaki ini belum berbalik untuk pergi. Namun, satwa itu dengan instingnya berbalik ke kandang untuk melawan manusia yang memasuki kandangnya.

Dari rekaman video, wajah lelaki itu dikaburkan. Ia terlihat mencoba berlari menuju pintu kandang, namun terlanjut tertangkap oleh singa besar tersebut. Korban diseret dan berteriak meminta pertolongan.

Seorang pria lain di sekitar kandang singa terdengar berteriak dengan logat Amerika; “Seseorang, ambil senapan, jaga-jaga". Ada juga seorang wanita yang ketakutan dan menangis tersedu-sedu, juga berteriak dengan logat Amerika. "Tolong ayah saya!... Tolong, seseorang tolonglah ia," teriak wanita tersebut, Kamis (3/5).

Korban diseret singa menjauh dari sorotan kamera menuju semak-semak. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan. Tidak jelas apakah singa itu ditembak, atau luka seperti apa yang diderita pria Amerika tersebut.

Namun, juru bicara polisi setempat, Motlafela Mojapelo, mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki serangan singa di wilayah Thabazimbi, Provinsi Limpopo. Menurutnya, korban yang diserang berada dalam perawatan intensif dengan cedera rahang dan leher.

Thabazimbi adalah rumah bagi Suaka Satwa Marakele, yang memungkinkan pengunjung untuk mendekat di sekitar kandang singa dengan kendaraan yang dilindungi secara khusus.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.