Header Ads

Polisi Ringkus Penyelundupan Warga Sri Lanka ke Malaysia

Polisi Malaysia meringkus sindikat penyelundupan warga negara Sri Lanka ke negerinya. Kepala Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Jendral Tan Sri Dato` Sri Mohamad Fuzi Bin Harun di Kuala Lumpur, Minggu (7/5), mengatakan ke-16 orang sudah ditahan, terkait penyelundupan. Yakni empat warga Sri Lanka, tiga warga Indonesia, dan sembilan warga Malaysia.

Bekerjasama dengan dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Negara (APMN) dan Jabatan Peguam (Pengacara) Negara, polisi melancarkan operasi "OP Kenal Aplha 2/2018". Dan, berhasil melumpuhkan satu rangkaian sindikat penyelundupan manusia, warga Sri Lanka.

"Mereka menggunakan jalur maritim di Kawasan Perairan Tanjung Gemuk Sedili Kota Tinggi Johor," katanya.

Ia mengatakan sebuah kapal tangki yang telah diubah tertera perkataan "etra" yang bergerak keluar menuju perairan internasional berhasil dihadang.

"Turut ditahan sebuah bot nelayan milik warga setempat kelas A nomer pendaftaran KTF 6102 yang digunakan untuk mengangkut migran dari darat ke kapal etra," katanya.

Dari pemeriksaan di atas kapal etra didapati sebanyak 131 orang warga negara Sri Lanka yang terdiri 98 laki-laki, 23 perempuan dewasa, empat kanak-kanak laki-laki dan lima kanak-kanak perempuan.

"Tiga laki-laki dewasa warga Indonesia dan empat warga setempat ditemui di atas bot nelayan tersebut," katanya.

Turut ditangkap empat warga setempat di sekitar Johor Bahru, Johor dan warga setempat di Bukit Mertajam, Pulau Pinang yang terlibat mengurus penyelundupan migran.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.