Header Ads

Pembunuhan Massal Terencana dalam Tragedi Pesawat MH370

Misteri di balik hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 secara misterius dalam penerbangan Maret 2014 lalu merupakan operasi pembunuhan massal yang sangat terencana. Indikasinya, militer Malaysia tidak melakukan operasi intersepsi atau pencegatan saat pesawat terakhir kali terdeteksi.

Para ahli penerbangan mengatakan sang pilot, Kapten Zaharie Ahmad Shah, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Program investigasi "60 Minutes" dari Nine News di Australia yang ditayangkan Minggu (13/5) malam menampilkan panel ahli penerbangan yang bekerja untuk menentukan apa yang menyebabkan pesawat MH370 jatuh.

Dunia sejak Maret 2014 telah mempertanyakan bagaimana sebuah pesawat Boeing 777 yang membawa 239 orang menghilang ke udara dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Cina, ke Beijing, Cina. Dari ratusan orang itu beberapa di antaranya adalah penumpang asal Indonesia.

Padahal, banyak puing telah ditemukan, namun tak dianggap terkait dengan pesawat MH370. Kini, para ahli mengklaim sudah memiliki jawaban dari misteri tragedi MH370.

Mantan penyelidik senior dari Dewan Keselamatan Transportasi Kanada, Larry Vance, mengatakan kepada program berita Australia bahwa ia tahu apa yang terjadi dengan pesawat itu. Ia pikir masyarakat umum dapat merasa nyaman dengan fakta bahwa ada konsensus yang berkembang di saat-saat akhir pesawat.

Panel ahli percaya pria di kokpit, yakni Kapten Zaharie Ahmad Shah, bertanggung jawab penuh dalam insiden tersebut. Mereka setuju bahwa pilot 'bunuh diri' dan membawa pesawat ke tempat paling terpencil yang bisa ia lakukan, sehingga 'menghilang'.

Pilot dan instruktur Boeing 777, Simon Hardy, mengatakan Kapten Zaharie menghindari deteksi radar militer Malaysia maupun Thailand dengan terbang di sepanjang perbatasan. Kemudian, menyeberang masuk dan keluar dari wilayah udara masing-masing negara.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.