Header Ads

Militan Gaza Bombardir Israel dengan 70 Roket dan Mortir

Militan Gaza, Palestina, total menembakkan 70 roket dan mortir ke Israel. Amukan dari kelompok militan itu dibalas dengan serangan jet-jet tempur Tel Aviv.

Sudah sekitar 70 roket dan mortir kelompok militan Gaza menyerang wilayah negara Yahudi tersebut. Serangan dimulai dengan peluncuran 28 mortir dengan target komunitas Israel di dekat Jalur Gaza pada Selasa pagi. Satu mortir menghantam halaman taman kanak-kanak (TK) sebelum jam masuk kelas.

Banyak roket diluncurkan sepanjang hari Selasa (29/5). Ada lima orang terluka oleh serangan roket, termasuk tiga tentara Israel. Satu tentara dirawat di rumah sakit.

Serangan roket juga merusak fasilitas yang menyediakan pasokan listrik ke Gaza. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim sebagian besar serangan kelompok militan itu berhasil dihalau sistem pertahanan Iron Dome.

IDF mengatakan beberapa roket yang menyerang Israel diproduksi di Iran. Namun, Teheran belum berkomentar atas tuduhan tersebut. IDF telah membalas dengan membombardir 35 target di Gaza dengan beberapa pesawat jet tempur. Belum ada laporan terkait kemungkinan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan dari serangan IDF.

Sementara itu, kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina mengaku bertanggungjawab atas serangan roket dan mortir ke wilayah Israel. Kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina menyatakan serangan mereka sebagai balas dendam untuk anggotanya yang tewas oleh serbuan IDF pada pekan lalu.

"Respons bersama dengan puluhan roket terhadap posisi militer pendudukan adalah pernyataan bahwa kejahatan ini tidak dapat ditoleransi dengan cara apa pun," bunyi pernyataan bersama kedua kelompok tersebut.

Beberapa sayap militer di Gaza seperti Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds menyalahkan Israel atas ketegangan yang memanas di Gaza. Seorang pejabat Hamas, Ismail Radwan, juga menyalahkan Israel atas memanasnya situasi di Gaza.

"Eskalasi yang sangat berbahaya ini akibat dari pendudukan Zionis, dan pihak pendudukan memikul tanggung jawab atas eskalasi ini berserta akibatnya," kata Radwan.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.