Header Ads

Menag: Pendakwah Harus Sampaikan Kasih Sayang


PARA pendakwah diminta untuk menyampaikan dakwah yang lebih mengedepankan sisi keislaman yang penuh dengan kasih sayang. Demikian permintaan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

"Kami amat sangat mengharapkan para mubaligh dalam menyampaikan dakwahnya hendaknya lebih mengedepankan sisi Islam yang penuh dengan kasih sayang dan kedamaian," kata Lukman di kantor Kemenag di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (15/5).

Menurut Lukman, para pendakwah harus memberikan kemaslahatan bagi segenap umat manusia dan bukan justru sebaliknya. Ia tidak menghendaki para pendakwah menyampaikan hal terkait agama yang dimanipulasi dan bahkan dieksploitasi.

"Sehingga relasi kehidupan antar umat manusia justru saling menafikan atau bahkan meniadakan satu dengan yang lainnya dengan alasan agama, ini harus kita hindari," tuturnya.

Lukman mengatakan masyarakat harus mengambil hikmah dari peristiwa teror di Surabaya. Ia  juga mengajak masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dirinya masing-masing.

Lukman mengakui tindakan seperti itu secara langsung dan tidak langsung, sering dikaitkan dengan agama. "Maka, kita harus menegaskan bahwa hal itu tak ada kaitan dengan agama apapun apalagi Islam karena Islam agama kedamaian agama keselamatan," katanya.

Aksi teror beruntun di Jawa Timur pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Aksi teror pertama terjadi lewat pengeboman tiga gereja di Surabaya yang melibatkan satu keluarga beranggotakan ayah, ibu, dan empat anak pada Ahad. Keluarga melakukan pengeboman di tiga gereja, yakni Dita Upriyanto, Puji Kuswati, Fad (12 tahun), PR (9), Yusuf Fadil (18), dan FH (16).

Pada Senin, satu keluarga dengan ayah, ibu, dan tiga anak, satu di antaranya selamat, melakukan aksi di Mapolrestabes Surabaya. Mereka adalah Tri Murtiono, Tri Ernawati, Muhammad Daffa Anin Murdana, dan MDS (15).

Selain itu, bom tidak sengaja meledak di rumah keluarga beranggotakan enam orang. Korban meninggal dunia adalah Anton Febrianto (47) yang merupakan kepala keluarga, istrinya bernama Puspita Sari (47), dan satu anak perempuannya bernama RAR (17).

Sebelum kejadian teror tersebut, kerusuhan melibatkan narapidana teroris terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, Jawa Barar. Akibat kejadian ini, lima polisi gugur dan seorang napi teroris meninggal.

Kejadian lainnya adalah penangkapan dua perempuan di dekat Mako Brimob. Kedua perempuan diduga akan menyerang polisi menggunakan gunting.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.