Header Ads

Dadang Nekad: Bernyanyi Itu Dapat Pahala

Penyanyi Kalimantan Tengah, Dadang Nekad, belum lama berkiprah di dunia musik. Namun, ia terus mempersiapkan dirinya dengan baik dalam segala hal untuk kemudian tampil di belantika seni yang sangat didambakannya itu.

Sudah 20 tahun ia memendam keinginan menjadi biduan dan ia tidak menyesalinya. Terbukti, ia tampil ciamik saat pentas di Atrium Tamini Square, Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (14/5). Performa, vokal, dan lagu yang menawan membuat ia mendapat applaus meriah saat beraksi di panggung.

Soal penampilannya kali ini, terkait keikutsertaannya dalam album kompilasi religi 2018 produksi label Nagaswara. Dalam album yang berisi 14 single religi ini ia tampil dengan "Taubat". Selain Dadang dalam album ini terdapat Wali "Salam Lima Waktu", Ratu Meta "Berdzikir", Qasima "Marhaban".

Salah satu lagu yang dinyanyikan di publik ibu kota ini adalah "Bidadari Sorga". Menurut Dadang, ini adalah pengalaman pribadi sebagai ungkapan hati yang tulus terhadap istrinya.

"Lagu ini sebagai pujian, teristimewa buat istri saya. Ia muslimah yang cantik, baik hati, dekat kepada Allah. Puji syukur ia bisa menjadi bagian hidup saya," kata Dadang.

"Saya memang selalu bersyukur. Juga, bisa menjadi seperti sekarang ini. Apalagi, dengan menyanyi saya bisa menghibur orang. Itu kan saya mendapat pahala," lanjutnya.

Menyanyi adalah cita-cita Datang sejak kecil. Ia sering mengikuti lomba-lomba menyanyi dan sering menang. Baru sekarang ia wujudkan sebagai penyanyi profesional.

Padahal, 20 tahun lalu ia sudah menciptakan lagu, namun mundur karena banyak label yang menerima karyanya tidak orisinil. Selama itu, ia bisnis event organizer di daerah Kalimantan Tengah dan Selatan. Di tahun 2016 ia memberanikan diri mengeluarkan album sendiri.

Awal keberanian Dadang dimulai dari tampil membawakan single-single ciptaannya di panggung-panggung event yang dibuatnya. Saat itu, penonton banyak yang suka dengan penampilannya. Hingga akhirnya, Dadang Nekad memberanikan diri untuk tampil.

Penampilannya yang nyentrik dengan selalu tampil perlente menjadi ciri khasnya.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.