Header Ads

Zikir sebagai Penawar Hati yang Gundah

Suatu bentuk abstrak bagi manusia atau tidak dapat dilihat pancaindra manusia adalah Hati. Pengertian hati, menurut Islam, juga merupakan tempat memperolehnya pengetahuan secara hakiki setelah pancaindra. Jika saja Allah tidak menciptakan hati kepada manusia maka seseorang tidak akan mengetahui sesuatu sampai hakikatnya.

Suasana hati bisa berubah-ubah setiap saat. Ini bisa saja merupakan gambaran kepribadian yang belum stabil atau mengalami perlambatan dalam pematangan menuju dewasa. Bisa juga berupa gangguan psikis yang disebut gangguan bipolar. Walaupun untuk didiagnosis gangguan bipolar, pasien harus memenuhi adanya gejala manik dan depresif.

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, memberikan penawar bagi siapa saja yang merasa hatinya sedang galau gulana. Salah satu obat paling manjur untuk mengatasi suasana demikian dengan zikir atau mengingat Allah. Dalam beberapa ayat disebutkan tentang keutamaan zikir seperti dalam surah al-Ankabut ayat 45 yang artinya "...Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamannya dari ibadah-ibadah yang lain)."

Syekh as-Sadi menyatakan dalam shalat itu terdapat zikir pada Allah dengan hati, lisan, dan anggota badan. Allah yang menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan sebaik-baik ibadah adalah shalat. Dalam ayat yang lain disebutkan keutamaan zikir, yaitu dalam surah al-Baqarah ayat 152.

Pada ayat itu, Allah berjanji akan mengingat hamba-Nya yang selalu ingat Allah. Syekh Shalih al-Munajjid menyatakan siapa saja yang berzikir kepada Allah, maka ia akan mendapat maslahat yang besar, yaitu Allah akan senantiasa mengingatnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi, "Aku sesuai dengan prasangkaan hamba pada-Ku." (Mutta faqun Alaihi)

Kita harus senantiasa berzikir kepada Allah. Termasuk, saat masuk pasar sekalipun. Karena pasar adalah tempat yang paling besar kesempatan manusia akan lalai terhadap tuhannya, kata Ustaz Abduh kepada jamaah yang begitu khidmat mendengarkan ceramahnya.

Ustaz Abduh Tuasikal melanjutkan paparannya. Kali ini, pengasuh Rumay sho membawakan ayat lain, yaitu surah al-Araf ayat 35. Ustaz Abduh Tuasikal mengutip perkataan Imam asy-Syaukani menyebutkan bahwa kalimat ghafilin pada ayat tersebut memiliki makna agar jangan menjadi orang yang lalai dari zikir kepada Allah. Dalam ayat ini juga ada perintah untuk berzikir dengan suara lirih. Sebab, hal tersebut lebih mendekati ikhlas.

Ustaz Abduh Tuasikal tak lupa juga mengajak para jamaah untuk senantiasa berzikir kala pagi dan petang. Mengutip pendapat Syekh as-Saddi, ia mengatakan, zikir yang banyak adalah dengan membaca tahlil, tahmid, tasbih, takbir, dan perkataan lainnya yang mendekatkan diri kepada Allah. Yang paling minimal adalah kita merutinkan zikir pagi petang, zikir bakda salat lima waktu, serta zikir saat muncul sebab tertentu. Zikir ini baiknya dirutinkan tiap waktu dan keadaan.

Dalam sebuah hadis, kata ustaz Abduh Tuasikal, disebutkan bahwa dua kalimat yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh ar-Rahman, yaitu subhanallahi wa bihamdih dan subhanallahil azhim (Mahasuci Allah segala pujian untuk-Nya. Mahasuci Allah Yang Mahamulia). Itulah obat hati yang galau menurut Ustaz Abduh Tuasikal.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.