Header Ads

Tempat Uji Coba Nuklir Korut Bakal Ditutup di Bulan Depan

Di bulan Mei mendatang, Korea Utara berencana menutup situs uji coba senjata nuklirnya. Korut juga akan memberikan akses kepada para ahli dari Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk menyaksikan proses tersebut.

Juru bicara pemerintah Korsel, Yoon Young-chan, mengatakan rencana itu diputuskan saat pemimpin Korut, Kim Jong-un, dan Presiden Korsel, Moon Jae-in, bertemu pada Jumat (28/4) lalu. Yoon mengutip pernyataan Kim Jong-un, Senin (30/4), "Beberapa mengatakan bahwa kami mengakhiri fasilitas yang tidak berfungsi, tetapi Anda akan melihat bahwa mereka dalam kondisi baik."

Pemimpin Korut itu lantas mengatakan akan mengundang pakar keamanan dan jurnalis. Diktator muda Korut itu mengatakan negaranya tidak akan membutuhkan nuklir jika AS berjanji tidak melakukan agresi.

Juru bicara Seoul juga mengatakan Kim Jong-un akan mengubah zona waktu Korut untuk mencocokkannya dengan Korsel. Saat ini, Seoul 30 menit lebih cepat dari Pyongyang.

Pada Jumat lalu, pertemuan kedua pemimpin Korea itu tampaknya telah menjadi terobosan dalam meruntuhkan krisis di Semenanjung Korea. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, pemimpin Utara dan Selatan bertemu di perbatasan dan akhirnya menandatangani deklarasi komitmen bersama untuk denuklirisasi semenanjung Korea sepenuhnya.

Mereka juga setuju untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut yang akan mencakup negara-negara lain, termasuk sekutu Seoul, AS, dan pendukung Pyongyang, Cina. Dalam upaya untuk menandatangani perjanjian damai menggantikan gencatan senjata yang sudah ada sejak Perang Korea berakhir pada 1953.

Langkah selanjutnya adalah pertemuan yang ditunggu-tunggu antara Kim Jong-un dengan Presiden AS, Donald Trump, yang bisa terjadi segera dalam tiga atau empat minggu ke depan. Trump telah menjalankan apa yang ia sebut sebagai kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Korut, dengan sanksi ekonomi yang berat dan latihan militer langsung yang hampir konstan di perbatasannya.

Trump kini telah memanggil Kim Jong-un dengan panggilan "sangat terhormat. Namun, ia masih mengancam untuk keluar dari pembicaraan jika dia menganggap hal itu tidak akan membuahkan hasil.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.