Header Ads

Sungguh terjadi di India. Seorang menteri diledek publik setelah mengklaim bahwa internet sudah ditemukan di era India kuno, yakni Mahabharata. Menurut si menteri, tak hanya internet, teknologi satelit juga sudah ada di era kuno itu.

Adalah menteri pemerintah negara bagian timur laut Tripura, Biplap Deb, membuat komentar tersebut di depan publik pada awal pekan ini. Ia mengklaim ada referensi dan contoh dari internet yang digunakan dalam epik Hindu kuno, Mahabharata -- sebuah puisi narasi yang berasal dari abad ke-8.

Menurut Biplap Deb, teori anehnya dengan mengutip suatu adegan dalam kisah Mahabharata yang menunjukkan tokoh Sanjaya menceritakan kepada raja. Perihal kejadian selangkah demi selangkah tentang pertempuran di padang Kurukshetra yang terjadi beberapa mil jauhnya.

Ia berpendapat kemampuan Sanjaya itu membuktikan peradaban India kuno sudah memiliki akses ke internet dan teknologi satelit. Ia mengabaikan pendapat Mahabharata hanya karya fiksi.

Argumen Menteri Deb tersebut diejek publik di Twitter. Ekonom India, Rupa Subramanya, mendeskripsikan komentar menteri itu sebagai hal yang mengkhawatirkan.

"Anti-intelektualisme dan garis-garis agresif dari bagian-bagian BJP (Partai Bharatiya Janata) terus mengherankan dan mengkhawatirkan," tulisnya di Twitter.

"Ketimbang memecahkan masalah hari ini, mereka sibuk meromantiskan masa lalu yang fiktif, yang tidak pernah ada. Menyedihkan dan memalukan," lanjut ekonom tersebut melalui akun Twitter @rupasubramanya, Selasa (18/4).

Warga lain membuat lelucon secara sarkastik untuk merespons argumen menteri tersebut.

"Mengapa Sanjaya menceritakan Perang Kurukshetra ketika Siri bisa melakukannya? Juga, Krishna benar-benar harus telah menyiarkan Bhagavad-Gita di Facebook Live," canda Audrey Truschke, Asisten Profesor Sejarah Asia Selatan.

"Mahabharata pada awalnya diceritakan dalam sebuah tweet. Itu adalah Vyasa yang meletakkan semuanya di Storify, dengan bantuan Ganesha, karena, well, kita semua ada di sana dengan membantu kakek dengan Internet," lanjut Audrey soal candaannya.

"Kadang-kadang itu adalah ide yang baik untuk tetap offline sekalipun. Suatu kali, setelah perang, Yudhishthira ragu-ragu apakah akan menjadi raja. Saudara-saudaranya menyarankan agar dia melakukan polling online untuk melihat apa yang diinginkan orang," imbuh Audrey di Twitter.

Meskipun membuat komentar aneh, Menteri Deb bukanlah politikus India pertama dari Partai Bharatiya Janata yang mengklaim bahwa teknologi modern berakar di India kuno.

Pada tahun 2014 Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan kepada sekelompok dokter dan staf medis di sebuah rumah sakit Mumbai bahwa bedah kosmetik ada pada zaman kuno.

Tahun lalu menteri pendidikan junior Satyapal Singh diejek karena mengklaim pesawat itu pertama kali disebutkan dalam epik Hindu kuno Ramayana.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.