Header Ads

Sekjen Kemenag: Potensi Zakat Kita Rp 217 Triliun

Chief Executive Officer (CEO) Meeting Forum Kebangkitan Zakat Indonesia Tahun 2018 dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam.
Forum ini diselenggarakan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag di Jakarta.

Menurut Sekjen Kemenag itu di Jakarta, Rabu (18/4), potensi zakat kita saat ini sekitar Rp 217 Triliun. Empat kali dari anggaran Kementerian Agama. Sangat besar sekali. Meski demikian, salah satu problem mendasar adalah kesadaran muzakki untuk menunaikan zakat melalui institusi zakat sangat kecil. Mereka lebih senang berzakat secara tradisonal dan manual tanpa melalui lembaga zakat.

Harapan Nur Syam pada kegiatan ini kali ditemukan formula solutif dalam menyadarkan muzakki untuk menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Menurutnya, harus ada strategi jitu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, agar menunaikan zakat melalui lembaga zakat. Beberapa hal yang mungkin dilakukan, antara lain sosialisasi dan edukasi publik, penguatan fungsi lembaga pengelola zakat, serta pendistribusian zakat sesuai ketentuan syari’at dan prinsip keuangan modern yang transparan dan dapat dipercaya.

"Hal lainnya adalah meningkatkan kerja sama dan koordinasi dan optimalisasi pengelolaan zakat melalui informasi teknologi bisa dicoba,” ujar Nur Syam.

Sekjen yang dalam kesempatan tersebut juga menjadi pembicara dan mempresentasikan makalah berjudul "Posisi Zakat dalam Isu Strategis Kemenag" mengatakan, jumlah muslim Indonesia yang sekitar 87,13 persen dari total penduduk, belum bisa mengelola potensi zakat yang ada. Namun, pengelolaan zakat tiap tahun mengalami kenaikan sekitar 35,84 persen.

“Perkembangan pengumpulan dan pengelolaan zakat bisa dikatakan luar biasa, lebih tepatnya spektakuler, namun masih minus. Karenanya di forum inilah, mari kita bicarakan secara serius, sehingga menghasilkan rekomendasi yang aplikabel dan visibel dalam rangka menggerakkan perzakatan nasional," kata Nur Syam.

"Mari kita gali, apa pun itu, pengalaman terkait kesuksesan maupun pengalaman yang menjadi hambatan, tantangan, kegagalan dan hal negatif lainnya pada saat pengumpulan dan pengelolaan zakat,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.