Header Ads

Sebuah Van di Toronto Bikin 9 Tewas 16 Luka

Seorang pengemudi van Ryder menabraki kerumunan orang di sepanjang trotoar di Toronto, Kanada. Sebanyak sembilan orang tewas dan 16 lainnya terluka.

Para pejabat menolak menjawab pertanyaan tentang memotivasi pengemudi yang menabraki banyak orang. Namun, tindakan sopir tersebut dianggap disengaja.

Sopir yang melakukan serangan itu telah ditahan polisi. Seorang saksi mata menggambarkan sopir tersebut sengaja menabraki kerumunan massa karena terus melaju hingga sekitar 1 mil (1,6km) meski telah banyak korban berjatuhan.

"Ini akan menjadi investigasi panjang," kata Wakil Kepala Kepolisian Toronto Peter Yuen, Selasa (24/4).

Seorang saksi melihat setidaknya dua jasad ditutupi terpal di lokasi kejadian. Pihak rumah sakit di Sunnybrook Health Services Centre mengatakan, lima orang tetap dalam kondisi kritis.

Menteri Keamanan Publik Kanada, Ralph Goodale, menolak berkomentar tentang kemungkinan motivasi serangan van tersebut.

"Penyelidikan berada pada tahap di mana tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat dikonfirmasi pada saat ini," kata Goodale pada konferensi pers. "Polisi sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan apa yang terjadi dan mengapa itu terjadi, serta motivasi yang terlibat," ujarnya.

Juru bicara Ryder System Inc, Claudia Panfil, membenarkan bahwa salah satu kendaraan sewaan perusahaan telah terlibat dalam serangan tersebut. Menurutnya, perusahaan tetap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap kasus ini.

Serangan dengan mobil terhadap kerumunan orang bukan sekali ini terjadi. Serangan serupa kerap melanda Amerika Serikat dan Eropa, termasuk serangan pada 31 Oktober 2017 di New York yang menewaskan delapan orang.

Kelompok militan Islamic State atau ISIS telah menyerukan kepada para pendukungnya untuk menggunakan kendaraan guna melakukan serangan.

Insiden di Toronto ini merupakan salah satu yang paling kejam dalam sejarah Kanada baru-baru ini. Pada bulan lalu, seorang mantan mahasiswa di Kanada mengaku bersalah atas pembunuhan enam pria yang salat di sebuah masjid Kota Quebec pada Januari 2017.

Pada September, seorang pengungsi Somalia didakwa atas tuduhan percobaan pembunuhan setelah menabrak empat pejalan kaki dengan mobil dan menikam seorang polisi di luar stadion olahraga di Edmonton, Alberta.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata John Flengas, pengawas di layanan paramedis kota. "Kami belum pernah melihat yang seperti ini di kota Toronto."

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.