Header Ads

Mengenai Hijrah dan Jenisnya

Bicara Hijrah adalah fakta bahwa itu berasal dari Bahasa Arab yang dimaksudkan meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat. Hijrah dalam konteks sejarah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dari Makkah ke Madinah. Dengan tujuan mempertahankan dan mene- gakkan risalah Allah, berupa akidah dan syariat Islam.

Pada Pengajian April yang diadakan Hijabers Community bekerja sama dengan Dompet Dhuafa pada belum lama ini, Ustazah Yennie Kurniawati  menjelaskan. Kisah hijrah yang dicatat dalam sejarah Islam adalah perjalanan Isra Mi'raj.

Dalam perintah Allah SWT berhijrah juga tertulis. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al-Baqarah: 218).

Menurut Ustazah Yennie, terdapat beberapa hikmah dari Isra Mi'raj yang merupakan perjalanan ke Baitul Maqdis di mana menjadi tempat turunnya wahyu para Nabi. Rasulullah diperjalankan dalam bentuk roh dan jasadnya dalam ke adaan sadar dan bertemu dengan para nabi terdahulu.

Nabi dalam perjalanan tersebut juga mendapatkan mandat dari Allah SWT untuk menyampaikan kewajiban salat lima waktu kepada umat Islam. Berhijrah, kata Ustazah Yenni, memang tidak selamanya bermakna berpindah dari satu tempat ke tempat yang baru. Namun, memiliki banyak makna.

Berhijrah bisa bermakna bertekad untuk mengubah diri demi meraih rahmat dan keridhaan Allah SWT. Selain itu, hijrah juga diartikan sebagai salah satu prinsip hidup di mana seseorang dapat dikatakan hijrah jika telah memenuhi dua syarat, yaitu ada sesuatu yang ditinggalkan dan ada sesuatu yang ditujunya (tujuan). Kedua-duanya harus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah.

"Misalnya dengan meninggalkan segala hal yang buruk seperti pikiran negatif dan maksiat dan menuju keadaan yang lebih baik, positif untuk menegakkan ajaran Islam," kata Ustazah Yennie kepada jamaah kajian bertema "A Hijrah Story from Nnight Journey" di Jakarta Selatan, itu.

Menurut Ustazah Yennie, seorang yang telah bertekad berhijrah, dalam artian mengubah hidupnya menjadi lebih baik, maka akan memperoleh derajat yang lebih tinggi di mata Allah. Semisal yang dijanjikanNya dalam Alquran, orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS at-Taubah: 20)

Hijrah secara garis besar dibedakan menjadi dua macam, yaitu hijrah makaniyah (berpindah dari satu tempat ke tempat lain) dan hijrah maknawiyah (mengubah diri, dari yang buruk menjadi lebih baik demi mengharap keridhaan Allah SWT).

Contoh hijrah makaniyah adalah peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, dan hijrahnya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.

Berkatalah Ibrahim, sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku, sesungguhnya Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahabijak sana. (QS al-Ankabut: 26).

Maka, keluarkanlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa, `ya Tuhan ku, selamatkanlah aku dari orang- orang yang zalim itu.' (QS al-Qashash:21).

Hijrah maknawiyah, dibedakan menjadi empat, yaitu hijrah i'tiqadiyah (hijrah keyakinan) di mana seorang Muslim mencoba meningkatkan ke imanannya agar terhindar dari kemusyrikan.

Kedua, hijrah fikriyah (hijrah pemikiran) di mana seseorang memutuskan kembali mengkaji pemikiran Islam yang berdasar pada sabda Ra sulullah dan firman Allah demi meng hindari pemikiran yang sesat.

Ketiga, hijrah syu'uriyyah adalah ber ubahnya seseorang yang dapat dilihat dari penampilannya, seperti gaya ber busana, dan kebiasaannya dalam kehidup an sehari-hari.

Hijrah ini biasa dila kukan untuk menghindari budaya yang jauh dari nilai Islam, seperti cara berpakaian, hiasan wajah, rumah, dan lainnya.Terakhir adalah hijrah sulukiyyah (hijrah tingkah laku atau kepribadian).

Hijrah ini digambarkan dengan tekad untuk mengubah kebiasaan dan ting kah laku buruk menjadi lebih baik. "Seperti orang yang sebelumnya selalu berbuat buruk, seperti mencuri, membunuh, atau lainnya, bertekad berubah kepribadiannya menjadi pribadi yang berakhlak mulia," kata Ustazah Yenni.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.