Header Ads

Kisah Mantan Presiden Brasil yang Serahkan Diri ke Polisi

LUIZ Inacio Lula da Silva, Mantan Presiden Brasil, menyerahkan diri ke kepolisian pada Minggu (8/4) WIB. Penyerahan diri itu mengakhiri sehari penuh kebuntuan untuk mulai menjalani hukuman penjara 12 tahun dalam kasus korupsi.

Lula terganjal dari upayanya kembali berkuasa di Brasil karena kasusnya itu. Ia digiring kepolisian ke kota Curitiba, tempat ia diadili dan divonis tahun lalu.

Kemudian, Lula dibawa ke kantor pusat kepolisian federal untuk menjalani hukumannya. Para demonstran pendukung Lula bentrok dengan kepolisian di luar dinding gedung kepolisian federal.

Para petugas menembakkan granat kejut, gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa pendukung Lula. Saat pidato beberapa jam sebelumnya di depan para pendukung partainya di luar gedung serikat buruh Sao Paulo, Lula menegaskan dirinya tidak bersalah.

Presiden pertama dari kelas pekerja itu pun menyebut vonis pengadilan itu merupakan kejahatan politik. Meski demikian, Lula bersedia menyerahkan diri ke aparat.

“Saya akan mematuhi aturan. Saya tidak berada di atas hukum. Jika saya tidak yakin pada hukum, saya tidak akan memulai partai politik. Saya akan memulai revolusi,” papar Lula.

Lula juga menghadapi enam pengadilan lain terkait tuduhan korupsi. Penyerahan diri Lula itu mengakhiri kebuntuan antara pihak kepolisian dan para pendukung mantan presiden itu.

Lula masuk ke dalam konvoi mobil SUV kepolisian berwarna hitam setelah keluar dari gedung serikat pekerja logam tempat ia tinggal untuk menghindari penangkapan. Ia masuk tahanan kepolisian lebih dari 24 jam setelah batas waktu yang ditetapkan pengadilan pada Jumat (6/4) siang.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.