Header Ads

Ini Di Jerman, Mobil Bajakan Tabrak Puluhan Orang

Di Jerman, tepatnya Kota Muenster, Jerman, sebuah mobil dibajak seorang pria dan ditabrakkan ke kerumanan orang, Sabtu (7/4). Pihak berwenang menyatakan tiga orang tewas termasuk sopir dan sekitar 30 orang lainnya terluka.

Konfirmasi telah diberikan Kementerian Dalam Negeri setempat tentang jumlah korban tewas. Polisi menyatakan, enam dari 30 korban luka berada dalam kondisi kritis.

Melalui seorang juru bicaranya polisi mengatakan ada beberapa yang tewas, mungkin termasuk tersangka. Polisi telah menutup kawasan lokasi kejadian. Kepolisian setempat belum bisa memastikan insiden ini sebagai serangan atau kecelakaan.

Namun, polisi minta publik untuk tidak berspekulasi. Meski beberapa media Jerman melaporkan bahwa polisi sedang mencari kemungkinan adanya bahan peledak di mobil yang menabraki kerumunan orang tersebut.

Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan minivan abu-abu, terlihat di antara kursi dan meja yang tersebar di sebuah jalan sempit di dekat sebuah kafe. Kafe yang dimaksud adalah Kiepenkerl, yang populer di kalangan penduduk setempat dan turis.

Kota lokasi kejadian merupakan salah satu kota bersejarah di Jerman. Kawasan itu terkenal sebagai pusat perbelanjaan.

Kepolisian Jerman menyatakan, sopir mobil yang dinyatakan sebagai tersangka tewas karena bunuh diri. Untuk sementara, polisi masih menetapkan sopir tersebut sebagai tersangka tunggal.

Kota Muenster rencananya juga menjadi lokasi demonstrasi warga Kurdi pada Sabtu. Para pengunjuk rasa berencana untuk menggalang suara untuk menentang operasi militer Turki yang menargetkan para milisi Kurdi di di Afrin, Suriah utara.

Sekitar 1.500 orang diperkirakan akan ambil bagian dalam demosntrasi. Namun, pihak berwenang menyatakan, demonstrasi dibatalkan setelah insiden mobil maut tersebut.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.