Header Ads

Hindari Makanan Haram

Dalam kehidupan manusia sehari-hari sangat memerlukan asupan makanan yang sehat dan halal. Semua itu untuk menopang kehidupan kita. Sebab apabila seseorang tidak diberi asupan makanan dalam sekian hari, maka akan rontok kekekuatan tubuhnya untuk menopang dirinya.

Namu, dalam mencari makanan tersebut hendaklah diupayakan makanan yang bisa melembutkan hati. Karena itu, makanan halal akan sangat mempengaruhi akhlak, corak, dan isi hati seorang anak manusia.
Insya Allah, bila seseorang diberi asupan makanan halal, maka hatinya akan berkembang dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Dan, akhirnya dirinya dapat segera menerima berbagai kebenaran yang datang. Namun, bila tubuhnya tumbuh berkembang dari makanan haram, maka hatinya keras bagaikan batu karang. Sulit dirinya menerima berbagai kebenaran. Mata hati yang di dalam dada buta akan dengan kebenaran

Makanan dapat kita katagorikan keharamannya dari asal usulnya memang haram sejak awalnya. Karena itu, hindarilah makanan haram. Seperti bangkai, darah, daging babi, atau binatang yang ketika disembelih tidak disebut nama Allah Subhannahu wa Ta'ala. *(QS. 5:3)*. Atau makanan yang awal mulanya halal menjadi haram. Karena cara memperolehnya dengan melanggar syariat Islam dan hukum yang berlaku di dalam negara. Makanan halal lagi baik menjadi haram karena didapatkan dengan mengikuti langkah setan. *(QS. 2:168)*.

Banyak kasus-kasus telah ditangani oleh lembaga antikorupsi. Kebanyakan orang-orang yang menjadi pasien Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena mencari rezeki dengan cara yang tidak halal. Terakhir, yang cukup santer adalah kasus KTP Elektronik dan kasus Bank Century. Dengan angka rupiahnya lebih kurang enam triliun. Begitu juga dengan sesama, jangan saling memakan harta dengan cara yang batil. Itu juga dapat menyebabkan rezeki yang tidak halal dan haram. Kecuali dengan jalan perniagaan, suka sama suka di antara kamu. *(Lihat QS. 4:29)*. (Tjik Abu Hanifah)

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.