Header Ads

Fasilitas Mewah JPO Rp56 Miliar Ala Anies-Sandi

Revitalisasi 12 jembatan penyeberangan orang (JPO) akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan konsep kekinian. Rencananya JPO ini dilengkapi fasilitas-fasilitas mewah yang tak ada di JPO Ibu Kota sebelumnya.

Pertanda dimulainya proyek ini dengan merevitalisasi tiga JPO, yaitu di Ratu Plaza, Stadion Utama Gelora Bung Karno, dan Polda Metro Jaya. Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno siap menghamburkan Rp56 miliar untuk ketiga JPO itu.

Dokumen estimasi rencana anggaran biaya (RAB) ini diterima dari Sandi dengan total biaya revitalisasi tiga JPO ini sebesar Rp56.383.065.000. Secara umum biaya itu ditujukan untuk membangun JPO baru. Karena JPO lama di tiga lokasi itu dianggap sudah berkarat, keropos, dan railing patah di beberapa bagian.

"Penggantian JPO dengan membangun baru dengan penerapan konsep baru dan JPO lama dihapuskan," tulis rekomendasi tindak lanjut di dokumen itu.

Secara rinci, JPO Ratu Plaza diestimasikan menelan biaya Rp17.394.300.000, JPO Gelora Bung Karno Rp18.471.600.000, dan JPO Polda Metro Jaya Rp19.362.000.000. Nilai itu, termasuk pemasangan beberapa fitur mewah dari JPO kekinian ala Anies-Sandi.

"Estimasi biaya termasuk pemasangan lift, instalasi listrik, dan penerangan dengan sistem solar cell," tulis dokumen itu.

Di setiap JPO akan dipasang lima kamera CCTV dengan harga total Rp9.975.000 per JPO. Ada anggaran Rp20 juta untuk biaya pemasangan CCTV dan aktivasi internet atau wifi di masing-masing jembatan. Terakhir, ada anggaran biaya konsultasi manajemen konstruksi untuk tiga JPO senilai Rp1 miliar.

Dibandingkan beberapa revitalisasi JPO yang pernah dilakukan Pemprov DKI Jakarta di periode pemerintahan sebelumnya biaya ini terpaut jauh. Misalnya pada tahun 2015, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp9 miliar rupiah untuk revitalisasi 61 JPO. Diestimasikan setiap JPO menelan biaya Rp100 juta hingga Rp150 juta.

Sandi mengatakan harga kini ditujukan untuk membuat Jakarta menjadi kota yang ramah terhadap pejalan kaki. Biaya itu ditujukan untuk mendesaim jembatan yang bisa memanjakan para pejalan kaki.

"Konsepnya kekinian, jaman now. Insya Allah juga bisa memuliakan para pejalan kaki. Tempatnya juga nanti disatukan dengan aktivitas, kita ingin mendorong walkable city," ujar Sandi di Pantai Marina, Jakarta Utara, Jumat (27/4).

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.