Header Ads

Di India, Kereta Hantam Kombi Sekolah 13 Anak-anak Tewas

Kereta menghantam kombi sekolah di penyeberangan tanpa penjaga 13 anak-anak di India tewas. Kecelakaan besar itu melibatkan murid sekolah. Penyebab kecelakaan di negara bagian Uttar Pradesh itu sedang diselidiki polisi.

Namun, pihak berwenang menyatakan sopir kombi itu bertanggungjawab atas keselamatan di penyeberangan tanpa penjaga. Ashwani Lohani, ketua Badan Kereta Api India, mengatakan kereta api tidak bertanggungjawab dalam hal penyeberangan tanpa penjaga.

Yogi Adityanath, menteri utama negara bagian itu, kepada wartawan di tempat kecelakaan itu menyatakan kecelakaan itu mungkin akibat kelalaian pengemudi kombi tersebut. Dikatakannya pengemudi itu memakai headphone pada saat itu.

Delapan anak-anak dan sopirnya terluka dan dibawa ke rumah sakit, kata polisi. Terdapat 22 anak-anak di kendaraan tersebut.

Menteri Perkereta-apian Piyush Goyal menyatakan penyelidikan dilakukan dan lembaganya akan membayar 200.000 rupee (30 juta rupiah lebih) kepada keluarga korban tewas.

Lohani mengatakan bahwa dalam jangka panjang, jalan keluarnya adalah penggantian semua penyeberangan tanpa penjaga di jaringan besar kereta api dengan jembatan atau terowongan untuk kendaraan.

"Kami sedang mengusahakannya, tapi itu akan memakan waktu," katanya.

Pada 9 April, sedikit-dikitnya 24 anak-anak dan tiga orang dewasa tewas akibat bus sekolah jatuh ke jurang di negara bagian Himachal Pradesh, India utara.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.