Header Ads

Trump Siap Temui Putin Untuk Bahas Senjata tak Terkendali

Trump (kanan) dan Putin.
Presiden Amerika Serikat, Donald John Trump, mengatakan siap  bertemu Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin, dalam waktu dekat. Dengan tujuan membahas perlombaan senjata yang disebut Trump sudah di luar kendali.

Dalam kesempatan itu, Trump juga menyampaikan selamat kepada Putin yang memenangkan pemilu presiden Rusia yang membuatnya berkuasa hingga 2024 atau enam tahun ke depan. Pernyataan Trump ini muncul saat ia menjawab pertanyaan wartawan saat melakukan pertemuan dengan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, di Gedung Putih pada Rabu (21/3) WIB.

Trump mengatatakan pihaknya akan bertemu dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk membahas perlombaan senjata yang semakin tidak terkendali. Ia mengaku sudah berbicara via telepon dengan Putin. Presiden AS ini menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan pembelanjaan militer Amerika.

"Kami akan tetap lebih kuat dari negara manapun di dunia sejauh ini. Kami tidak akan pernah mengizinkan siapa pun untuk memiliki sesuatu yang dekat dengan apa yang kami miliki," jelasnya.

Dalam pertemuan dengan Putin itu, Trump juga akan membahas krisis Ukraina dan Korea Utara. AS saat ini menghabiskan sekitar USD700 miliar (Rp9.629 triliun) untuk militernya, sebuah nilai belanja yang melebihi dari negara manapun di dunia.

Angka belanja militer ini termasuk USD640 miliar untuk senjata dan personel dan USD60 miliar untuk perang di Afghanistan, Irak dan Suriah, serta perang negara-negara lain. Pentagon telah menerbitkan Nuclear Posture Review  (NPR) pada Februari, di mana Korea Utara, Cina dan Rusia dimasukkan sebagai ancaman utama bagi keamanan AS.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.