Header Ads

Teladan Untuk Bersyukur Adalah Rasulullah SAW

Bagi seorang muslim bersyukur kepada Allah sudah seharusnya. Sebanyak apa pun ibadah yang dilakukan, tak akan sebanding dengan nikmat dan karunia yang telah diterima dari Allah.
Ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Rabb-nya adalah hakikat dari ibadah. Jadi, menunaikan ibadah bukan hanya sebatas “pelunas utang” dan menunaikan kewajiban saja.

Sebagai seorang hamba yang dijamin tidak berdosa (maksum), Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam hal bersyukur. Suatu kali, istri beliau, Aisyah, bertanya, mengapa suaminya itu selalu shalat tahajud sepanjang malam. Bahkan, kaki beliau pun sudah bengkak lantaran lamanya berdiri. "Ya Rasulullah, bukankah Allah SWT telah mengampuni dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?" ujar Aisyah.

Aisyah mengisyaratkan buat apalagi susah-susah ibadah, toh Rasulullah SAW sudah dijamin Allah masuk surga. Seluruh kesalahannya, kalaupun ada, sudah diampuni Allah. Dan, ia adalah makhluk yang paling mulia di muka bumi. Lalu, mengapa ia masih merepotkan diri dengan ibadah sepanjang malam?

"Bukankah lebih elok jika aku menjadi hamba yang bersyukur," jawab Rasulullah (HR Bukhari).

Demikianlah Rasulullah mencontohkan, hakikat dari ibadah bukanlah sebatas “pelunas utang” atau pembersih diri dari dosa. Ibadah adalah luapan rasa syukur kepada Allah.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.