Header Ads

Eropa Atur Kepadatan Turis

Di Eropa, sejumlah tujuan wisata utama di Eropa berupaya mencari cara baru untuk mengatasi pariwisata berlebihan. Langkah ini diambil saat kota-kota seperti Venice, Dubrovnik, dan Barcelona harus mengelola banyak turis yang tiba tiap hari dengan penerbangan murah dan kapal pesiar.

Jumlah wisatawan yang berlebihan itu telah membuat warga lokal dan juga turis itu sendiri mengeluh. Sebanyak 9% turis yang mengikuti survei oleh firma konsultan IPK menyatakan kepadatan turis memengaruhi kualitas perjalanan mereka tahun lalu.

"Masalah keamanan di sejumlah pantai di Mesir dan Turki, serta penerbangan murah telah meningkatkan pertumbuhan kedatangan internasional ke negara-negara seperti Spanyol dan Kroasia hingga lebih dari 10% dalam beberapa tahun terakhir," ungkap data dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).

"Kepadatan pengunjung di tujuan wisata itu mencapai kesuksesan, tapi ada garis tipis antara sukses dan gagal," Wali Kota Dubrovnik, Mato Frankovic

Daripada mencoba membatasi jumlah pengunjung yang mem belanjakan uang di hotel, makanan, dan suvenir, kota-kota itu mencari cara agar para turis pindah dari tujuan populer wisata.

Dubrovnik ingin meluncurkan aplikasi smartphone pada akhir 2018 yang memungkinkan pengguna mengetahui kapan kota tua di lembah itu sudah penuh pengunjung dan menyarankan tujuan alternatif di luar kota bagi para turis.

Kota Dubrovnik juga berencana menguji program taksi online untuk menarik turis pergi ke wi layah sekitar. Barcelona sedang merancang rencana marketing bersama wilayah sekitar agar para turis mengeksplorasi tempat selain tujuan populer seperti gereja Sagrada Familia atau jalan raya Las Ramblas.
"Barcelona itu kecil, tapi tujuan Barcelona melampaui kota itu dan memiliki banyak tujuan serta daya tarik," ujar Direktur Pariwisata Barcelona, Joan Torrella Rene.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.