Header Ads

Eko Berharap Tampil di Asian Games 2018

Lifter nasional Eko Juli Irawan kembali bersemangat. Setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, berjanji siap memperjuangkan kelas 62 kg -- yang menjadi spesialisnya -- dapat dipertandingkan di Asian Games 2018, Agustus mendatang.

Imam Nahrawi di Jakarta, Selasa (6/3), mengatakan pihaknya sudah meminta dan melakukan pemantauan dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) agar federasi angkat besi Asia memperjuangkan kelas 62 kg yang menjadi andalan Indonesia meraih medali emas di Asian Games 18. Bila cabang tersebut dicoret, maka peluang Indonesia meraih medali harus mencari alternatif lain.

"Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 18 hendaknya mendapat fasiltas cabang cabang yang berpeluang meraih medali dari OCA, bukan sebaliknya dicoret secara tiba-tiba. Hal itu tidak boleh dibiarkan begitu saja OCA mencoret kelas dari cabang andalan tuan rumah," kata Imam Nahrawi.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga (PABBSI), Djoko Pramono, menegaskan pihaknya sudah berjuang maksimal untuk mempertahankan kelas 62 kg agar bisa dilombakan di Asian Games. Meski tetap punya rencana alternatif apabila keinginannya tidak terkabul.

Menurut Djoko Pramono, protes pihaknya tersampaikan dengan baik melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Respons mereka dianggap cepat karena langsung mengirimkan surat kepada OCA dan Federasi Angkat Besi Asia (AWF).  “Semua sudah ikut membantu, pemimpin-pemimpin juga sudah ikut turun tangan. Lewat mereka surat ke OCA maupun ke AWF sudah dikirimkan,” kata Djoko.

Sementara AWF sengaja menghapus kelas 62 kg karena banyak ditemukan atlet yang terlibat doping. Eko Yuli Irawan selaku lifter andalan Indonesia memang tidak memiliki riwayat doping di kelas tersebut, namun ia tetap menjadi korban karena terancam gagal tampil di Asian Games 2018.

PABBSI punya tiga alternatif untuk Eko jika kelas 62 tetap dihapus. Yakni tidak membawanya ke Asian Games, tetap tampil tapi turun ke kelas 56 kg, atau naik ke kelas 69 kg. Jika tetap dimainkan, artinya Eko harus menjalani pola latihan yang berbeda dan mengatur berat badannya.

Menurutnya kemungkinan besar Eko akan tetap tampil di kelas 69 kg. Namun, ia harus bersaing dengan rekan setimnya Deni dan Triyatno, mengingat slot dari kelas tersebut hanya tersedia untuk satu orang saja dari PABBSI.

“Kami rugi kalau tiga-tiganya (Eko, Deni, dan Triyatno) tampil dalam satu kelas. Soalnya, medali dari kelas 69 kg cuma satu. Tapi, Eko pernah melakukan total angkatan 330 kg ketika tampil di kelas 69 kg. Jadi, kita lihat saja perkembangan dia seperti apa,”tegasnya.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.