Header Ads

Ditemukan Kuburan Kuno di Selatan Kairo

Kuburan kuno berisi 40 sarkofagus batu, sekitar 1.000 patung kecil, dan bantalan kalung dengan tulisan hieroglif berarti “selamat tahun baru” ditemukan para arkeolog Mesir. Menteri Benda Antik Mesir Khaled El-Enany menjelaskan penemuan dekat Tuna al-Gabal, selatan Kairo itu berisi sejumlah makam dari masa Firaun terakhir hingga era awal Ptolomaik.

Tempat yang berusia lebih dari 2.000 tahun itu diperkirakan membutuhkan waktu lima tahun untuk penggalian. Tahun lalu, para arkeolog juga menemukan 17 mumi di Tuna al-Gabal. “Ini baru awal. Kami segera menambah daya tarik arkeologi baru untuk Mesir Tengah,” papar Enany, .

Sebanyak 40 sarkofagus itu beberapa memiliki nama pemiliknya dalam huruf hieroglif. Sarkofagus itu diyakini milik anggota keluarga pendeta pada masa tersebut.

Berbagai peninggalkan Mesir menarik para pengunjung asing. Otoritas berharap penemuan baru dapat membantu menarik lebih banyak wisatawan demi menghidupkan kembali pariwisata yang terpukul akibat gejolak politik penggulingan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak pada 2011. Jumlah wisatawan ke negara itu naik 54% menjadi 8,3 juta pada tahun lalu, masih di bawah 14,7 juta orang pada 2010.

Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Benda Antik Mesir Mostafa Waziri menyatakan, hiasan kalung dengan tulisan ucapan selamat tahun baru itu sangat indah. “Ini pesan yang dikirim pada kita dari akhirat,” kata dia.

Agustus lalu, otoritas mengumumkan penemuan tiga makam berusia 2.000 tahun di al-Kamin al-Sarwahi, Provinsi Minya. Setelah penggalian dengan hati-hati, di satu makam ditemukan empat sarkofagus yang memiliki ukiran wajah manusia. Makam lainnya berisi enam lubang kuburan, termasuk satu anak.

“Makam-makam ini bagian dari pemakaman besar untuk satu kota besar dan bukan garnisun militer seperti beberapa dugaan awal,” papar kepala arkeolog Ali al-Bakry yang terlibat dalam penggalian itu.

Ali menjelaskan, bukti tulang dan lainnya menunjukkan makam itu berisi pria, wanita dan anak-anak dengan umur beragam. “Ini pertama kali menemukan makam seorang anak di lokasi Sahrawi,” ujar dia.

Otoritas menduga wilayah itu telah digunakan sejak lama. Pecahan tanah liat menunjukkan makam itu berasal dari masa antara Dinasti ke-27 yang beridi pada 525 tahun sebelum Masehi dan era Yunani-Romawi pada 332 tahun sebelum Masehi.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.