Header Ads

Ahmad Tohari di Sastra Bulan Purnama

Pengarang Ahmad Tohari akan meluncurkan buku kumpulan cerita pendeknya pada event bulanan Sastra Bulan Purnama di Tembi Rumah Budaya Jln. Parangtritis Km 8,5 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (2/3) malam WIB.

Buku yang diluncurkan sastrawan yang tinggal di Purwokerto, Jawa Tengah, itu berjudul ‘Tawa Gadis Padang Sampah”. Koordinator acara Sastra ini, Ons Untoro, menjelaskan Ahmad Tohari dikenal sebagai seorang novelis dan cerpenis. Novelnya berjudul "Ronggeng Dukuh Paruh" dikenal luas dan sudah beberapa kali cetak ulang. Kumpulan cerpen yang akan diluncurkan ini merupakan buku terbarunya, namun cerpennya sudah dipublikasikan di media cetak.

Dalam peluncuran ini, Ahmad Tohari tidak sendirian. Ia ditemani tiga penyair yang masing-masing meluncurkan buku puisi. Ketiganya adalah Sulis Bambang (Semarang) dengan "Hanya Untukmu", Handry TM (Semarang) "Eventide", dan Bambang Widiatmoko "Silsilah Yang Gelisah".

Dari tiga buku itu, buku puisi karya Sulis Bambang berbeda dari puisi Bambang Widiatmoko maupun Handry TM. "Karena pada buku puisi Sulis Bambang dipadukan dengan fotografi, sehingga karya kolaboratif puisi dan fotografi memberikan visual yang berbeda pada puisi-puisinya,” jelas Ons.

Sulis Bambang selain menekuni menulis juga fotografi. Kedua hobinya dipadukan dalam karya puisi. Sehari-harinya, selain sebagai ibu rumah tangga dan nenek dari 5 cucu, Sulis Bambang mengelola Bengkel Sastra Taman Maluku. Kegiatan utama dari Bengkel Sastra Taman Maluku adalah apa yang Sulis sebut sebagai sedekah budaya berkonsep belajar bareng dan mengerjakan musikalisasi puisi dan novel.

Selain menampilkan penyairnya untuk membacakan puisi karyanya, akan dihadirkan pembacaan puisi karya dari Bambang Widiatmoko dan Handry TM. Mereka adalah Choen Supriyatmi, Ida Fitri, Margono, Nunung Rita, Latifah dan Tosa Santosa. Sedangkan Endah Raharja akan membacakan satu cerpen karya Ahmad Tohari.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.