Header Ads

Ada Wabah Listeriosis di 16 Negara Afrika

WHO (World Healt Organization/Organisasi Kesehatan Dunia) memperingatkan 16 negara Afrika mengenai wabah listeriosis. Wabah ini berawal di Afrika Selatan pada 2017. WHO menegaskan dukungannya bagi kesiapan mereka serta reaksi terhadap penyakit itu.

Menurut WHO, ke-16 negara Afrika tersebut adalah Angola, Botswana, Republik Democratik Kongo, Ghana, Lesotho, Madagascar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia, Nigeria, Swaziland, Tanzania, Uganda, Zambia dan Zimbabwe.

Badan di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu menjelaskan hampir 200 warga negara Afsel telah meninggal sejak Januari 2017. Akibat produk daging siap-makan yang dikonsumsi secara luas di negeri itu dan juga mungkin telah diekspor ke dua negara Afrika Barat serta 14 anggota Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan (SADC).

Lembaga kesehatan Afsel mengumumkan sumber wabah itu adalah satu pabrik di Polokwane di bagian timur-laut negeri tersebut. Namun, mengingat potensi masa inkubasi listeriosis yang lama dan tantangan yang berkaitan dengan proses penarikan yang dilakukan secara luas, kasus lain diduga takkan muncul.

Listeriosis adalah penyakit menular pada hewan dan manusia -- terutama bayi yang baru dilahirkan atau orang dengan kekebalan tubuh yang tertekan -- yang diakibatkan oleh bacterium Listeria monocytogenes.

Penyakit itu bisa menimbulkan penyakit parah, termasuk sepsis parah, meningitis, atau radang otak, kadangkala mengakibatkan bahayan seumur hidup dan bahkan kematian. Literia ada di mana-mana dan terutama ditularkan melalui jalur mulut setelah orang menelan produk makanan yang tercemar.

Seluruh pengurutan genom rangkaian bakteri Listeria yang terisolasi digunakan untuk membuat hubungan antara produk yang tercemar, perusahaan produksi dan rangkaian Listeria yang diisolasi dari pasien.

WHO sedang  mendukung pengurutan genom lebih lanjut untuk menentukan kasus mana yang berkaitan dengan wabah saat ini.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.