Header Ads

Tudingan AS-Inggris Terhadap Rusia Soal Siber Not Petya


Secara bersamaan Amerika Serikat dan Inggris menyalahkan Rusia, terkait serangan siber yang melanda dunia bisnis di seluruh Eropa pada tahun lalu. Inggris menuding Moskow melakukan perang informasi, sedangkan AS menuduh militer Rusia melancarkan serangan siber paling merusak dan mahal dalam sejarah.

Sekretaris pers Gedung Putih, Jumat (16/2), menyatakan serangan yang dijuluki 'NotPetya', cepat menyebar ke seluruh dunia. Menyebabkan kerusakan miliaran dolar di seluruh Eropa, Asia, dan Amerika.

Upaya Kremlin ini bagian dari terus mengacaukan Ukraina dan menunjukkan keterlibatan Rusia yang lebih jelas dalam konflik yang sedang berlangsung. Ini juga merupakan serangan siber sembrono dan sembarangan yang akan menemui konsekuensi internasional.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris untuk keamanan siber Tariq Ahmad mengatakan pemerintah Inggris menilai bahwa pemerintah Rusia, khususnya militer Rusia, bertanggung jawab atas serangan siber NotPetya yang merusak pada Juni 2017.

Maraknya penyebaran perangkat lunak untuk merebut data berpusat di Ukraina yang terlibat konflik dengan separatis yang didukung Moskow. Perang ini menyebar ke perusahaan yang melakukan bisnis dengan Ukraina, termasuk perusahaan farmasi AS Merck, perusahaan pelayaran Denmark A.P. Moller-Maersk dan anak perusahaan FedEx TNT. Ahmad mengatakan bahwa serangan "sembrono" itu menelan biaya ratusan juta dolar.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson menuduh Rusia merusak demokrasi, merusak mata pencaharian dengan menargetkan infrastruktur penting, dan memberikan informasi tentang senjata dengan serangan siber yang jahat.

"Kita harus prima dan siap menghadapi ancaman yang mengancam dan intesif ini," kata Williamson.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.