Header Ads

Riyad Mahrez Ngambek dan Boikot Gagal ke City


Riyad Mahrez, gelandang Leicester City asal Aljazair, ngambek dan melancarkan boikot terhadap timnya. Hal ini dilakukan karena ia gagal hengkang ke Manchester City.

Selama ini jasa Mahrez sudah lama diinginkan City. Ternyata, sampai batas akhir bursa transfer musim dingin pada 31 Januari lalu, kedua pihak tanpa kata sepakat. Mahrez harus menyelesaikan pengabdiannya di King Power Stadium.

Ini tentunya kabar baik bagi pelatih Leicester asal Prancis, Claude Puel, namun tidak buat Mahrez. "Ini kabar baik buat kami dan saya bertemu Mahrez. Kami akan lihat dan terpenting saya harus fokus pada yang lain," kata Puel.

"Ini situasi yang sulit dan kami harus mengatur kondisi ini dengan Mahrez dan saya berharap ia cepat kembali bersama kita dengan senyuman. Kami ingin segera bermain dengannya," lanjutnya.

Disebutkan media di Inggris jika Mahrez mengalami depresi. Harapan dan mimpi tampil di klub besar kandas. Leicester mematok harga tinggi 95 Juta pounds (Rp1,8 triliun). City hanya menawar plus pemain total 65 juta pounds (Rp1,2 triliun).

Sementara Pep Guardiola, pelatih City asal Spanyol, mengakui tak kapok untuk terus bisa menggaet Mahrez. Pihaknya akan mencoba melakukan pendekatan lagi untuk membeli Mahrez pada musim panas.

"Kami mencoba mendatangkan Mahrez pada bursa transfer musim dingin ini. Namun, seperti halnya musim panas lalu, Leicester menutup pintu bagi kami," ucap Guardiola.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.