Header Ads

Lady Gaga Batalkan Konser Karena Diserang Fibromyalgia


Keputusan mengejutkan dibuat penyanyi Amerika Serikat, Lady Gaga, akhir pekan ini. Penyanyi ASini  mengumumkan pembatalan 10 pertunjukan terakhirnya dalam tur konser Joanne.

Nyeri hebat dialami Lady Gaga. Dengan dukungan dari tim medis, Gaga memutuskan membatalkan tur. Ia memohon maaf dan sangat sedih tidak bisa tampil di depan para penggemarnya di Eropa.

Dalam akun Instagramnya, Gaga membuat pernyataan bahwa nyeri yang dialaminya berdampak pada kemampuannya tampil di atas panggung. Ia sebelumnya telah lama bertarung melawan Fibromyalgia. Hal yang juga pernah menunda turnya.

"Aku berjanji akan kembali ke kota Anda. Namun, untuk saat ini, aku perlu memperhatikan kondisiku terlebih dahulu," kata Gaga.

Ia berencana memulai 74 pertunjukan di MGM's Park Theatre, Las Vegas, AS, akhir tahun ini.

Sementara itu, Dr. Roland Staud, profesor kedokteran di University of Florida Centre for Musculoskeletal Pain Research, mengatakan Fibromyalgia salah satu penyakit yang sering melemahkan kondisi penderitanya.

"Fibromyalgia adalah gangguan pengolahan sensoris yang tidak teratur. Sinyal dalam tubuh, terutama sinyal rasa sakit, meningkat sampai tingkat yang luas. Rasa sakit yang dihasilkan umumnya mempengaruhi jaringan dalam - seperti otot, ligamen dan sendi - dan sering disertai gejala lain termasuk kelelahan, masalah tidur dan gangguan berpikir," papar Staud.

Staud mengatakan kondisi ini berkaitan dengan kejadian stres atau traumatis, luka berulang dan penyakit tertentu. Sejumlah ahli meyakini penyakit ini melibatkan gen, sehingga dapat terjadi dalam keluarga, serta mempengaruhi seberapa kuat reaksi orang terhadap rasa sakit.

Fibromyalgia bisa dialami siapa pun. Namun, 80-90 persen adalah wanita dewasa - berusia paruh baya. Tidak ada tes untuk membuktikan seseorang memiliki fibromyalgia atau tidak, jadi dokter terlebih dahulu harus menyingkirkan kondisi lain yang bisa menyebabkan gejala.

Dulu, seseorang bisa didiagnosis menderita fibromyalgia jika mereka memenuhi kriteria untuk sejumlah area yang menyakitkan atau lembut di tubuh.
Sekarang diagnosisnya tidak hanya didasarkan pada kelainan rasa sakit, namun juga kelainan ingatan dan tidur juga.

Biasanya rawat inap tidak diperlukan. Ditekankan Staud, rasa sakit fibromyalgia bukanlah sesuatu yang mengharuskan penderitanya di rawat di unit gawat darurat. Sebenarnya tidak ada terapi teruji untuk kondisi ini. Sebagai gantinya, pasien harus bekerja sama dengan dokter mereka untuk mengembangkan rencana perawatan jangka panjang untuk mengatasi rasa sakit mereka.

Saat ini, ada tiga pengobatan yang disetujui untuk mengobati nyeri fibromyalgia. Terapi perilaku kognitif bisa menjadi salah satunya, mengingat hal ini dapat membantu orang belajar merespons secara berbeda terhadap sensasi rasa sakit dan situasi yang penuh tekanan. Selain itu, modifikasi gaya hidup - seperti beristirahat dari jadwal yang sibuk - juga penting.

Staud mengatakan cukup tidur sangat penting, asupan nutrisi yang tepat dan mendapatkan intensitas cahaya, latihan aerobik beberapa kali per minggu. Penting juga untuk mengurangi kejadian stres karena kecemasan adalah masalah yang konsisten pada pasien fibromyalgia yang tampaknya membuat gejala menjadi lebih buruk.

Kabar baiknya banyak orang dengan fibromyalgia berhasil mengendalikan gejala mereka. Mereka mungkin harus mengubah perilaku mereka sedikit demi sedikit. Namun, dengan pengobatan dan terapi yang tepat, banyak orang bisa menjalani kehidupan yang relatif normal.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.