Header Ads

Keadaan Darurat Diberlakukan Perdana Menteri Ethiopia


Ethiopia memberlakukan keadaan darurat, Sabtu (17/2) dinihari WIB. Setelah Perdana Menteri, Hailemeriam Desalegn, mengumumkan niatnya mengundurkan diri di tengah krisis politik di negara Tanduk Afrika itu.

Ethiopian Broadcasting Corporation, kantor berita yang dikelola negara mengatakan dewan koalisi, EPRDF yang berkuasa, bertemu pada Jumat (16/2) dan memutuskan memberlakukan peraturan darurat. Pengumuman ini tidak mengatakan berapa lama keputusan tersebut akan berlaku.

Dikatakan Kantor berita itu dewan koalisi menyimpulkan memberlakukan peraturan darurat akan sangat penting untuk menjaga tatanan konstitusional. Rincian lebih lanjut diharapkan diberikan menteri pertahanan pada Sabtu pagi ini.

Sebelumnya seorang pemimpin oposisi mengatakan koalisi yang berkuasa telah kehilangan otoritasnya dan semua pihak harus membantu memetakan masa depan negara tersebut. Mulatu Gemechu, wakil sekretaris Kongres Federal Oromo kelompok oposisi, mengatakan bahwa Ethiopia memerlukan sistem politik yang sama sekali baru setelah bertahun-tahun kerusuhan.

"Warga Ethiopia sekarang membutuhkan pemerintah yang menghormati hak mereka, bukan orang yang terus memukul dan membunuh mereka," katanya.

Para pendukung HAM sering mengkritik pemerintah Ethiopia atas penangkapan massal dan hukuman penjara yang panjang terhadap lawan politik dan wartawan. Namun, lebih dari 6.000 tahanan politik telah dibebaskan sejak Januari karena pemerintah telah berjuang untuk menenangkan ketidakpuasan warga Ethiopia. Pengunduran diri perdana menteri menyusul gelombang pemogokan dan demonstrasi yang berhasil, menuntut pembebasan beberapa pemimpin oposisi. (Daf)

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.