Header Ads

FBI Mengaku Teledor, Terkait Pembantaian 17 Orang di SMA Florida

Nikolas Cruz (baju tahanan).

Kaitannya dengan aksi penembakan massal yang menewaskan 17 orang di sebuah SMA di Florida, 14 Februari lalu, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengaku teledor. Meski sudah mendapat laporan awal tentang sosok pelaku yang mengumbar ancaman di media sosial, FBI tidak menjalankan prosedur investigasi.

Pembantaian 17 orang itu terjadi di Marjory Stoneman Douglas High School. Pelakunya adalah Nikolas Cruz, 19, yang merupakan mantan siswa di sekolah tersebut. Penembakan massal dengan senapan serbu AR-15 itu terjadi pada Hari Valentine, sehingga media lokal menjulukinya sebagai “Valentine berdarah”.

FBI mengaku sudah menerima sebuah laporan melalui tipografi publik pada bulan Januari tentang Cruz. Pelapor mengatakan bahwa pemuda itu mengumbar niatnya untuk membunuh orang.

Cruz, menurut pelapor juga berperilaku tidak menentu dan mengunggah materi yang mengganggu di media sosial.

FBI dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat mengatakan, informasi yang diterima itu berasal dari seseorang yang dekat dengan Cruz pada 5 Januari. Laporan itu seharusnya diteruskan ke kantor lapangan FBI di Miami untuk dilakukan langkah-langkah investigasi.

Namun, menurut FBI, protokol tersebut tidak dijalankan. ”Kami masih menyelidiki fakta-fakta ini, saya berkomitmen untuk mencapai bagian bawah dari apa yang terjadi dalam masalah khusus ini, dan juga meninjau proses kami untuk menanggapi informasi yang kami terima dari publik," kata Direktur FBI Christopher Wray, Sabtu (17/2).

Jaksa Agung AS Jeff Sessions telah memerintahkan peninjauan kembali terhadap prosedur FBI dan Departemen Kehakiman setelah pengumuman dari FBI itu muncul.

Sementara Gubernur Florida Rick Scott marah atas keteledoran FBI. Ia meminta direktur FBI mengundurkan diri. "Kegagalan FBI untuk melawan pembunuh ini tidak dapat diterima. 17 orang yang tidak bersalah telah meninggal dan mengakui sebuah kesalahan tidak akan menghapusnya,” ujarnya.

Pengakuan FBI muncul setelah lebih dari 1.000 orang berkumpul untuk meratapi kematian 17 orang yang tewas dalam penembakan massal di Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida. Sepanjang malam pada Kamis lalu banyak lilin dinyalakan di Parkland. Banyak orang yang hadir terdiam mengenang para korban.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.