Header Ads

Balai Budaya Gelar Pameran 'Jakarta Jakarta'


Balai Budaya Jakarta kembali eksis. Kali ini, menggelar Pameran Seni Rupa Jakarta Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan dari 2 sampai 9 Februari 2018.

Event di mana para perupa merespon ibu kota negeri ini itu akan dibuka Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid Ph.D. pada Jumat (2/2) malam WIB.

Salah satu perupa dalam pameran ini, Ireng Halimun, menjelaskan bahwa 'gebrakan' untuk menghidupkan keberadaan Balai Budaya Jakarta ini tidak ujug-ujug terjadi. Namun, melalui proses, sehingga antara lain terwujud dalam pameran ini.

"Agar keberadaan Balai Budaya Jakarta ditengok kembali oleh masyarakat, pejabat, dan konglomerat, Badan Pengelola Balai Budaya Jakarta merekrut beberapa peseni yang biasa meramaikan Balai Budaya untuk merespon berbagai persoalan dgn melaksanakan kegiatan melukis langsung (on the spot). Hasilnya dipamerkan tidak tidak lama kemudian," jelas Ireng.

Pertama, pada awal Desember 2017, 20 pelukis melukis bermacam-macam bunga. Kemudian, dipamerkan dengan tajuk "Katakan dengan Bunga".

Kedua, pada awal Januari digelar pameran karya para pelukis dan pepatung dalam merespon solidaritas terhadap Palestina dan kemanusiaan bertajuk "Solidarity, Peace, and Justice". Pesertanya 27 orang.

Ketiga, pada 27 dan 28 Januari para pelukis dan pepatung melukis langsung setiap sisi Jakarta. Persepsi peseni terhadap Jakarta dan persoalannya dituangkan dalam karya lukis dan patung. Hasilnya? Inilah sekumpulan karya yang dibuat 38 orang dan dipamerkan dengan tajuk "Jakarta Jakarta", 2-9 Februari.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.