Header Ads

Akibat Krisis Listrik 7 Pusat Medis Gaza Tutup


Karena kekurangan bahan bakar untuk menghidupkan generator listrik, tujuh pusat medis di Gaza berhenti beroperasi. Demikian Kementerian Kesehatan di daerah kantong Palestina itu dua hari setelah sebuah rumah sakit mengambil langkah serupa.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikendalikan, Ashraf al-Qudra, mengatakan situasi kesehatan memasuki 'tingkat yang belum pernah terjadi' akibat krisis listrik. Ia mengatakan tujuh pusat kesehatan di berbagai wilayah di Gaza akan menghentikan operasi karena mereka tidak memiliki bahan bakar untuk menjalankan generator cadangan.

Satu rumah sakit di Beit Hanoun di Gaza utara, Senin (29/1), mengumumkan akan memindahkan seluruh pasiennya dan menghentikan layanan karena kekurangan bahan bakar. Pemerintah Palestina yang diakui secara internasional, yang berbasis di Tepi Barat dan diperintah oleh saingan Hamas, Fatah, menuduh kelompok Islam tersebut membesar-besarkan masalah itu.

Pemerintah Palestina mengatakan bahan bakar dan dana telah disediakan. Israel sudah memblokade Jalur Gaza selama lebih dari satu dekade yang menurut mereka diperlukan untuk mengisolasi Hamas, yang menjadi lawan mereka dalam tiga perang sejak 2008.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan hukuman kolektif terhadap dua juta penduduk Gaza.

Gaza membutuhkan sekitar 500 megawatt listrik per hari, namun hanya menerima kurang dari setengahnya, yang berarti penduduk hanya menerima beberapa jam listrik per hari.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.