Header Ads

'Serangan Bom Kabul Pelanggaran Berat HAM'


Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengecam serangan teroris mematikan di Kabul tengah, Afghanistan, yang diklaim Taliban, Sabtu (27/1). Hal itu diungkapkan juru bicara Guterres, Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Bunyi pernyataan yang dikeluarkan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, di mana kepala PBB menghadiri sebuah acara puncak Uni Afrika menyebut, "Serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil adalah pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional dan tidak akan pernah dapat dibenarkan.

Sambung pernyataan itu, Minggu (28/1), "Mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu harus dibawa ke pengadilan.

Guterres menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga korban dan berharap para korban luka lekas sembuh. Ia mengungkapkan rasa solidaritasnya kepada pemerintah dan rakyat Afghanistan.

Sebuah bom bunuh diri telah menewaskan 95 orang dan melukai sedikitnya 158 lainnya di Kabul tengah. Serangan tersebut, yang diklaim oleh Taliban, adalah yang paling mematikan selama berbulan-bulan.

Serangan ini terjadi seminggu setelah serangan Taliban lainnya terhadap sebuah hotel mewah di Kabul. Serangan tersebut menewaskan 22 orang, termasuk sejumlah warga asing.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.