Header Ads

Gus Mus Konsisten Perjuangkan HAM



Pujian dilontarkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenKumhAM), Yasonna Laoly, terhadap KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Bahwa Gus Mus layak menerima penghargaan di bidang HAM "Yap Thiam Hien Award" karena perjuangannya membela HAM dalam tulisan ataupun dakwahnya.

Laoly saat pidato pemberian penghargaan yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat, Rabu (24/1) malam, mengatakan perjuangan tentang kebebasan beragama, tentang kebebasan menyampaikan pendapat adalah contoh tauladan kita semua.

Menkumham juga mengingatkan hak asasi manusia adalah hak dasar atau pokok yang melekat pada diri manusia sejak diciptakan dan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Namun, ia mengingatkan hak yang dimiliki setiap orang tidak dapat dilaksanakan sebebas-bebasnya.

"Kebebasan yang sebebas-bebasnya adalah anarki, kebebasan harus berada pada frame hukum dan konstitusi, karena akan berhadapan langsung dan kita harus menghormati hak orang lain dalam esensi yang sama," katanya.

HAM tidak merupakan hak sendiri-sendiri karena orang lain juga punya hak. Yasonna juga menyambut baik apa yang dilakukan oleh Yayasan Yap Thiam Hien dalam memberikan anugerah kepada para pejuang HAM.

"Memperjuangkan HAM sangat erat kaitannya dengan memperjuangkan keadilan. Saya pribadi sangat mengapreasiasi upaya-upaya penegakan hukum dan asas manusia sebagai wujud mewujudkan hukum sebagai panglima dalam negeri ini," kata Yasonna.

Gus Mus merupakan ulama pertama yang menerima "Yap Thiam Hien Award". Karena dinilai sebagai tokoh agama yang memperjuangkan kemajemukan dan keragaman di Indonesia.

Gus Mus mendapat penghargaan ini setelah mendapat penilaian dari lima juri yang terdiri dari Makarim Wibisono (diplomat senior), Siti Musdah Mulia (Ketua Umum ICRP), Yoseph Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Zumrotin K Susilo (aktivis perempuan dan anak), serta Todung Mulya Lubis sebagai Ketua Yayasan Yap Thiam Hien.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.