Header Ads

Erick Thohir: Asian Games 2018 Harus Berdampak Pada Generasi Muda Indonesia

Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir, mengatakan kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang harus memberikan dampak positif. Terutama, untuk seluruh elemen bangsa ini terutama generasi muda.

Menurut Erick, Asian Games 2018 yang melibatkan 45 negara Asia dengan jumlah atlet mencapai angka 15 tentu harus memberikan efek domino bagi masyarakat kita. Karena pesta olahraga empat tahunan terbesar di kawasan Asia itu tak hanya bicara soal pertandingan. Namun, generasi muda bisa mengambil manfaat langsung dari momen bersejarah itu.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) pun menggandeng International Games Broadcast Services (IGBS) dalam menangani siaran langsung 38 pertandingan Asian Games 2018 dengan meluncurkan program pelatihan yang khusus dirancang bagi para mahasiswa. Program bertajuk "Broadcast Legacy Asian Games 2018" ini menawarkan kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia untuk mengambil peran pada siaran ajang multi event olahraga.

Dengan mengikuti program ini para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa akan mendapatkan warisan yang tak ternilai dan tak lekang akan jaman. Mereka akan mendapatkan peluang dalam mengembangkan ketrampilan di bidang penyiaran, terutama siaran olahraga yang terus berkembang sejalan dengan maraknya industri olahraga di dunia.

Erick Thohir menjelaskan program Broadcast Legacy sesuai dengan semangat Asian Games 2018. Yakni membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk terlibat dan menjadi bagian dari sejarah.

“Setelah 56 tahun, inilah kesempatan besar bagi generasi muda, termasuk mahasiswa untuk menjadi bagian sejarah dengan memanfaatkan Asian Games 2018 untuk mengembangkan potensi mereka di bidang siaran. Program Broadcast Legacy menjadi sarana tepat bagi mereka yang berbakat dan bisa membantu karir di masa depan. Penyelenggaraan Asian Games 2018 harus meninggalkan jejak yang bermanfaat sehingga banyak generasi muda Indonesia bisa mendunia,” ujar Erick.

Program yang diinisiasi Departemen Broadcast INASGOC ini melibatkan 6 perguruan tinggi di Jakarta, yaitu BINUS University, London School of Public Relations, Universitas Moestopo, STIKOM InterStudi, Universitas Indonesia, Universitas Multimedia Nusantara; 2 di Bandung: Universitas Komputer (UNIKOM) dan Universitas Padjadjaran. Dan, 2 di Palembang: Universitas Bina Darma dan Universitas Sriwijaya.

Dengan mengusung dua kegiatan utama, yakni kompetisi pembuatan film pendek (vignette) dalam rangka mempromosikan Asian Games 2018 dan kesempatan magang bersama tim IGBS selama Games Times, program itu ditargetkan diikuti lebih dari 500 mahasiswa. Selain harus dinamis dan orisinal, peminat kompetisi pembuatan film pendek harus mengusung salah satu dari empat tema yang sudah ditentukan, yakni Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching dan Preparing for Triumph.

Karya yang terpilih akan dipoles lebih jauh dengan bantuan produser dan editor film asal Inggris untuk kemudian ditayangkan dalam acara premiere khusus di Jakarta serta disebar dalam rangka promosi Asian Games 2018 ke seluruh dunia. Sedangkan kegiatan magang bersama IGBS menyediakan 10 posisi yang menarik.

Para mahasiswa berkesempatan magang sebagai asisten kamera, audio, teknisi, hingga asisten logistik selama Asian Games 2018 berlangsung. Untuk keterangan lebih lanjut serta pendaftaran mengikuti dua kegiatan tersebut, silahkan kunjungi situs, http://asiangames2018.igbs.tv/legacy.

“Kami merasa bangga karena menjalankan program Broadcast Legacy perdana ini di Indonesia dengan melibatkan mahasiswa dari beberapa universitas terpilih. Dengan interaksi dan kolaborasi bersama IGBS yang telah mendunia ini, kami berharap banyak generasi muda negeri ini bisa mengembangkan karir di industri siaran olahraga Asia dan dunia,” ucap Mike Wilmot, Project Director IGBS.

Tidak ada komentar

Submit Your Comment:

Readers can post comments related to articles or news that are broadcast. The content of the comments is not our views, opinions or policies and is solely the responsibility of the sender.

Readers may report comments if they are deemed unethical, abusive, contain slander, or SARA. We will weigh each incoming report and may decide to continue serving or deleting the comment.